Selandia Baru Melarang Warga Asing Yang Belum Divaksin Masuk Ke Negaranya

  • Diposting pada 4 Oktober 2021
  • Nonkategori
  • Oleh Admin Retenvi
  • 698 Dilihat

Mulai 1 November 2021 semua warga negara asing yang ingin ke Selandia Baru harus sudah divaksinasi penuh. Mereka harus menunjukkan bukti status vaksinasi mereka kepada petugas maskapai dan bea cukai saat mendarat. 

"Untuk lebih mengurangi kemungkinan virus melewati perbatasan kami, kami memperkenalkan persyaratan bagi pelancong udara berusia 17 tahun ke atas, yang bukan warga negara Selandia Baru, untuk divaksinasi sepenuhnya untuk memasuki Selandia Baru," kata Menteri Tanggap Covid-19, Chris Hipkins dalm sebuah pernyataan.

Pengumuman itu menyusul ditetapkannya wilayah baru di luar Auckland yang harus mengalami lockdown selama lima hari terkait menyebarnya wabah varian Delta.  

Warga asing yang baru saja tiba di Selandia Baru akan dikarantina selama 14 hari. Mereka juga harus menunjukkan bukti hasil negatif test Covid-19 dalam waktu 72 jam dari jadwal penerbangan mereka, kecuali mereka yang datang dari lokasi yang dikecualikan.

"Kebanyakan orang yang datang ke Selandia Baru memberi tahu kami bahwa mereka sudah divaksinasi. Persyaratan ini membuatnya formal dan akan memberikan lapisan perlindungan ekstra di perbatasan," kata Hipkins.

Maskapai penerbangan utama Selandia Baru Air New Zealand juga mengumumkan pada hari Minggu bahwa semua penumpang pada penerbangan internasionalnya perlu divaksinasi mulai Februari 2022 dan seterusnya.

Selandia Baru hanya menerima vaksinasi dari salah satu dari 22 Vaksin yang disetujui oleh pemerintah dan dosis terakhir harus diberikan minimal 14 hari sebelum tiba di Selandia Baru.

Hal ini tidak berlaku bagi pekerja musiman dan pengungsi, sementara yang gagal menunjukkan bukti vaksinasi dapat didenda hingga $4 ribu.

Selandia Baru sendiri mencatatakan terdapat 33 kasus baru Covid-19 dengan 32 kasus di Auckland dan satu wilayah Waikato, seperti yang dikatakan oleh Direktur Jenderal Kesehatan Ashley Bloomfield dalam jumpa pers pada hari Minggu.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengatakan sebagian wilayah Waikota, yaitu Reglan, Te Kauwhata, Huntly, Ngāruawāhia, dan Hamilton City akan dilockdown dengan pembatasan Level 3 selama lima hari kedepan mulai pukul 11:59 malam. Dalam pembatasan Level 3 tersebut bekerja dan belajar dari rumah sangat dianjurkan bila memungkinkan, fasilitas umum harus ditutup, acara-acara tidak diperbolehkan dilakukan, dan pembatasan perjalanan.

Auckland sebagai kota terbesar di Selandia Baru saat ini tengah dilockdown dengan pembatasan Level 3.

"Kami melakukan segala yang kami bisa untuk menjaga kasus tetap terbatas di Auckland dan mengelolanya di sana," kata Arden. 

Ardern mendesak agar warganya segera melakukan vaksinasi karena semakin banyak warga yang telah divaksin sama artinya dengan mengurangi pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah.

Selandia Baru mencatat sudah lebih dari 3 juta orang, itu setara dengan 79% populasi, telah menjalani vaksinasi pertama Covid-19, sementara sudah 2 juta orang telah menerima dosis kedua.

Pada pertengahan Agustus kemarin Selandia Baru menjalani lockdown ketat selama tiga hari setelah adanya laporan kasus untuk pertama kalinya sejak Februari tahun ini.

Saat ini semua wilayah Selandia Baru lainnya berada di Tingkat Siaga 2, atau status risiko penularan rendah, sehingga sebagian besar aturan pembatasan telah dicabut.

Penulis
admin
Admin Retenvi

Anda Mungkin Juga Menyukai